Housing-Estate.com, Jakarta – Istilah artpreneurship dicetuskan Ciputra tahun 2005 mengacu pada penciptaan nilai ekonomi di dunia seni yang didorong kreativitas para seniman. “Inovasi radikal dalam seni adalah cara yang sangat signifikan untuk menciptakan nilai ekonomi dari seni,” ujar Ciputra. Seorangartpreneur (art dan entrepreneur) menurutnya harus memenuhi 7E: exotic, entertainment, esthetic, exclusive, expansive, educative,danenhance.

New Media ArtshowNew Media Artshow

One stop service art venue

Kompleks seluas 10.000 m2 ini dirancang Benoy Architects (Hongkong) ditujukan sebagai sarana pendukung kesenian berkonsep one stop service art venue. Ini kompleks seni terintegrasi pertama di Indonesia yang menggabungkan tiga fungsi: galeri, museum dan ruang teater. Dibuka resmi 16 Agustus 2014 oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, dihadiri Presiden RI ke-3 BJ Habibie. “Tujuannya supaya orang Indonesia bisa mengapresiasi seni dengan mengunjungi tempat ini, seperti kalau ke luar negeri orang pasti datang ke museum,” ujar Sri Muliani Arief, Director Ciputra Artpreneur.

CA dibuka setiap Selasa–Minggu pukul 12.00–18.00. Harga tiket pengunjung umum Rp30–50 ribu/orang untuk paket museum 1 dan 2 serta Art Show. Untuk pengunjung rombongan tersedia paket special tour dengan tambahan kegiatan seni seperti menggambar, melukis, atau multimedia. Tingkat kunjungan harian saat ini baru 40–50 orang. CA sendiri bisa menampung 3.000 orang.

Area Museum 1 menyajikan karya lukis kontemporer

Area Museum 1 menyajikan karya lukis kontemporer

Museum

Area seluas 700 m2 ini dibagi dua zona. Di bagian depan zona museum 1 berisi lukisan kontemporer. Secara rutin setiap dua tahun sekali zona ini akan menampilkan koleksi lukisan yang berbeda. Kali ini mengusung tema Karya Lukis Hendra Gunawan dan Kita Melihat Indonesia yang menghadirkan karya sejumlah seniman kontemporer Indonesia dari berbagai generasi yang dikuratori Aminuddin TH Siregar. Lukisan ditempatkan secara periodik, mulai dari masa pasca reformasi, fase pembangunan hingga kemerdekaan. Desain interior museum memakai dinding latar berwarna merah dan biru untuk memperkuat keberadaan lukisan.

Zona museum 2 periode modernisme dikhususkan untuk koleksi lukisan favorit Ciputra: karya Hendra Gunawan. Diawali karya sang maestro sebelum dipenjara berjudul “Pulang Mancing” (1955) hingga lukisan terbesar berukuran 204 x 495 cm berlabel “Pangeran Diponegoro Terluka” yang konon belum sempurna diselesaikan hingga Hendra wafat. Dipajang juga beberapa karya patung reinterpretasi dari lukisan Hendra yang dibuat Ciputra bekerja sama dengan perupa. Daya tarik museum selanjutnya berada di ujung zona, sebuah replika sel penjara. Dibalik jeruji besi itu pengunjung disuguhi panggung digital dengan teknologi layar hologram. Video selama 5 menit di panggung menampilkan gambar tiga dimensi yang menceritakan perjalanan hidup Hendra di dalam penjara sebagai tahanan politik dan karya-karyanya. “Pertunjukkan hologram ini termasuk yang pertama di Indonesia yang berada dalam museum dengan ukuran cukup besar,” kata Sri.

Area galeri 1 dan 2 untuk pameran seni untuk umum

Area galeri 1 dan 2 untuk pameran seni untuk umum

Galeri

Galeri menempati area terbuka yang tersambung dengan lobi utama seluas 1.500 m2. Terbagi dalam tiga zona: art gallery 1 seluas 430 m2, art gallery 2 seluas 330 m2, dan artshow gallery di belakang dan paling besar (686 m2). Ketiganya bisa disatukan sesuai kebutuhan dan disewakan untuk kegiatan pameran, peluncuran produk, acara korporasi hingga resepsi pernikahan. Galeri ketiga adalah tempatartshow dilangsungkan berupa lorong besar dan panjang dengan dinding kaca menghadap ke luar. Jika layar tidak diturunkan, kita bisa mendapatkan panorama kota Jakarta dari balik dinding kaca seluas 60 x 12 m2. Sementara proyektor berteknologi tinggi akan menyorot dinding, lantai dan plafon. Terdapat dua tangga melingkar di dua ujung galeri untuk mengakses balkon di lantai 12 yang tersambung dengan ruang teater. Pertunjukan seni di layar raksasa yang dijadwalkan setiap Rabu siang itu dapat dinikmati juga dari area balkon.

Ruang teater dengan komposisi tempat duduk dua tingkat best view dan sound system berstandar internasional

Ruang teater dengan komposisi tempat duduk dua tingkat best view dan sound system berstandar internasional

Teater

Ruang ini menempati lantai 12 dan 13. Fasilitas unggulan CA ini dirancang memenuhi standar pertunjukan internasional didukung sound system terbaik dari Meyer. Ruang pertunjukkan utama bisa difungsikan untuk seminar, konser, recital, orchestra, sampai broadway musical. Grup musik Slank beberapa waktu lalu melangsungkan konser “Jakarta Pagi Ini” selama empat hari di sini. Kapasitasnya 1.200 kursi, di bawah 865 kursi, di balkon 335 kursi. Komposisi kursi dirancang oval sehingga semua titik mendapat sudut pandang terbaik (best view). Selain ruang pertunjukkan utama, terdapat dua ruang serbaguna untuk kegiatan pameran atau lelang seni. Kelengkapan ruang ganti pakaian dan make up tersedia mulai dari VIP berisi dua orang sampai grup berkapasitas hingga 20 orang. Di lobi Teater ada bar untuk menyajikan makanan dan minuman serta cloak room (ruang ganti) bagi penonton. Terpasang repro lukisan Hendra berjudul “Pasar” di belakang meja bar yang tampak cerah. Lobi ini tersambung dengan balkon, dari mana kita bisa melihat ke pertunjukkan di galeri tiga. Ruang pertunjukkan utama memiliki lima pintu masuk yang tersebar di lantai 12 dan 13. Pintu masuk menuju area duduk balkon bisa ditempuh melalui tangga dari lantai 12. Dinding besar dekat tangga dihiasi lukisan Hendra bertajuk “Arjuna Menyusui” yang dicetak pada panel alumunium komposit.

Sumber: Majalah HousingEstate