Gaya klasik dikenal tak lekang oleh waktu. Di tengah era gaya modern minimalis sekarang masih banyak yang menyukai rumah berdetail klasik. Unsur kemewahan dan kesan megah yang menjadi kekhasannya yang membuatnya tetap diminati. Seperti rancangan arsitek Ario Noegroho dari Mega Cipta Aditama Architects ini, yang mengonsepkan rumah urban klasik di atas kaveling 12 x 20 m2 di sebuah perumahan di Cikarang, Bekasi-J awa Barat. “Rumah klasik dalam lahan terbatas namun kompak mewadahi kebutuhan penghuninya yang hidup dalam budaya dan lingkungan urban,” katanya. Pembangunan rumah diselesaikan dalam tujuh bulan dengan kisaran biaya konstruksi Rp7 juta/meter persegi (m2).

Artikel_82_Rumah Pembaca_Rumah Urban Klasik_5867591

Detail klasik

Rumah berpenghuni enam orang ini dibangun dua lantai seluas 330 m2. Kamar tidurnya empat dengan tambahan satu kamar tidur untuk asisten rumah tangga. Eksterior rumah menghadap ke timur ini didominasi warna putih untuk merepresentasikan gaya klasik yang anggun dan elegan.

Ario memilihkan gaya arsitektur Neoklasik dengan mengadopsi detail Corinthian Order. Cirinya pada pucuk tiang (kolom) dihiasi detail ukir-ukiran menyerupai bentuk daun bertumpuk. Ornamen kolom berukir yang terlihat dominan pada fasad itu diproduksi secara manual langsung di lapangan. Sedangkan ornamen lain dibuat dengan cetakan menggunakan bahan fiber semen.

Artikel_82_Rumah Pembaca_Rumah Urban Klasik_0867591
Artikel_82_Rumah Pembaca_Rumah Urban Klasik_1867591

Sementara untuk interior Ario mengangkat gaya klasik kontemporer yang dinilainya lebih ringan. Pewarnaannya diselimuti cat krem yang terang dikombinasi dengan wallpaper yang berbeda warna dan corak pada setiap ruang. “Interiornya tidak banyak menonjolkan ornamen agar tidak terlihat berat,” ujarnya. Detail yang minimal juga agar tidak berkesan mempersempit ruang dan memudahkan pemeliharaan.

Oase

Pemanfaatan lahan terbatas disiasati dengan penataan ruang dalam. Di depan pintu masuk utama ditempatkan foyer sebagai ruang penyambutan dan area transisi menuju ruang tamu yang sengaja dibuat kecil. Dinding foyer berbatasan langsung dengan innercourt berupa kolam renang. Dari foyer kita bisa mengintip ke arah kolam yang dikonsepkan sebagai oase bagi rumah keseluruhan.

Ruang makan berada di pinggir kolam renang yang dirancang terbuka tanpa dinding pembatas. Semua ruang bersama didesain terbuka sehingga cahaya alami bisa menembus ke dalam dan setiap ruang mendapat pemandangan yang bagus ke arah luar. Selain ruang bersama, di lantai dasar juga ditempatkan satu kamar tidur untuk orang tua agar lebih mudah aksesnya. Lantai dua seluruhnya untuk tiga kamar tidur dan sebuah ruang duduk. Akses lain disediakan pintu samping dari area kolam renang menuju dapur dan area servis di lantai dua dengan tangga terpisah.
Sumber: Majalah HousingEstate

Share This

Share this post with your friends!