Pernah jadi surga belanja para pelancong asing, bisnis ritel di Hong Kong masih lesu meski belakangan sudah memperlihatkan tanda-tanda perbaikan. “Permintaan konsumen sekarang beda. Mereka tidak lagi sekadar pilih, beli dan bayar, tapi terutama warga lokal senang dengan pengalaman (baru),” kata Fiona Shiu, Deputy Director of Hong Kong retail Swire Properties.

(Foto: Inside Retail Asia)

(Foto: Inside Retail Asia)

Hal senada dinyatakan konsultan properti Colliers International Hong Kong yang melihat, pasar lokal sudah tumbuh lagi tapi berubah. Dampaknya, banyak pusat belanja besar yang dulu berfokus pada produk mewah dan bermerek, kini beralih ke produk untuk gaya hidup, food and beverage (F&B) dan aksesori bermerek premium yang menyasar generasi milenial.

Namun, perubahan tersebut tidak menyurutkan sebuah pengembang besar Hong Kong untuk berinvestasi membangun pusat ritel besar. New World Development, pengembang lokal tersebut, akan membangun kompleks ritel senilai US$2,5 miliar atau hampir Rp36 triliun.

Dibangun di lahan seluas 25 hektar, ruang komersial itu bernama Skycity, bagian dari Hong Kong International Airport (HKIA). Badan pengelola HKIA sudah merencanakan proyek Skycity sejak lama, namun rincian untuk menarik investor pembangunan baru pada Oktober 2016.

Melalui anak usahanya Roxy, New World Development dinyatakan menang lelang dan 30 Mei mendatang dijadwalkan menandatangani kesepakatan pembangunan. Penyelesaian pembangunan ditargetkan bertahap, mulai dari tahun 2023 hingga 2027.

Proyek terintegrasi itu akan merangkum ruang-ruang ritel, area makan, hotel, fasilitas hiburan dan perkantoran. Fasilitas hiburan yang akan ada adalah indoor and outdoor go-kart circuit, augmented reality dan virtual reality interactive games. Selain karena sangat lengkap, juga digadang-gadang akan menjadi kompleks ritel terbesar seantero Hong Kong. Karena itu diproyeksi jadi tengara baru kota berotonomi khusus tersebut.

Area ritelnya yang mencapai luas 350.000 m2 akan terkoneksi dengan jembatan penghubung Hong Kong-Zhuhai-Macau. Jika jembatan itu rampung tahun ini, SkyCity akan menjadi destinasi utama dari the Greater Bay Area, di mana area tersebut juga sudah ditetapkan menjadi pusat bisnis dan ekonomi yang terintegrasi. Area tersebut mencakup Hong Kong dan Macau serta sembilan kota di Tiongkok Daratan (Guangzhou, Shenzhen, Zhuhai, Foshan, Zhongshan, Dongguan, Huizhou, Jiangmen dan Zhaoqing).

“Sebagai kompleks komersial terbesar dan tengara di Hong Kong, akan ada kunjungan yang sangat besar baik dari warga lokal maupun pengunjung asing. Kami berharap Skycity akan menjadi pemasukan berulang yang besar,” kata pihak pengembang. Untuk membangun Skycity, selain menggunakan dana internal, New World Development juga akan mencari pinjaman.

Thomas Lam, Senior Director Knight Frank, mengatakan, karena sangat besar dan adanya kesepakatan bagi hasil senilai 20 persen dari keuntungan bersih, masa pengembalian investasi pembangunan proyek akan mencapai 10-15 tahun.

Pembangunan Skycity ini, menurut HKIA, juga untuk memfasilitasi penumpang bandara yang terus bertambah setiap tahun. Pada 2016 HKIA harus melayani 70 juta penumpang dan tahun 2030 diproyeksi meningkat hingga 100 juta penumpang.

Sumber: South China Morning Post