Pelancong yang suka pelesir sambil belanja ke Bangkok, Thailand, pasti ingat Suan Lum Night Bazaar yang berlokasi di jalan Rama IV. Pasar malam yang menjual aneka souvenir dan makanan khas Thailand ini sudah tutup sejak 2011 yang kabarnya akan bersalin jadi proyek komersial mewah. Di awal minggu ini terungkap proyek tersebut berlabel One Bangkok.

Online-One-Bangkok

Menempati lahan seluas 16,7 ha, proyek multifungsi ini disebut-sebut sebagai proyek properti terbesar yang dikembangkan pengembang swasta. Biayanya mencapai 120 miliar baht atau 3,5 miliar doalar AS atau lebih dari Rp 46 triliun. Pengembangnya adalah TCC Group yang dimiliki konglomerat  Charoen Sirivadhanabhakdi yang juga dikenal sebagai pengusaha bir bersama Frasers Centrepoint (FCL) yang berbasis di Singapura.

Proyek di dekat stasiun subway Lumpini dan berseberangan dengan Lumpini Park ini akan merangkum lima menara perkantoran (500.000 m2), lima hotel mewah (1.000 kamar), dan tiga menara apartemen mewah (30 lantai). Dilengkapi dengan aneka ruang ritel dan leisure outlet, plus ruang terbuka hijau seluas delapan hektar. Luas total bangunannya mencapai 1,83 juta m2.  Salah satu gedungnya bakal menjulang 90 lantai (380 m) dan masuk kategori supertall building. Menurut One Bangkok chief executive, Soon Su Lin, saat seluruh proyek ini rampung akan ada 60.000 orang bekerja dan tinggal di sini.

“Proyek ini akan menjadi investasi terbesar dari TCC Group, untuk itu tim eksutif senior FCL dari 26 negara akan terlibat di sini,” kata Panote Sirivadhanabhakdi, group chief executive of FCL. Anak bungsu Charoen ini menambahkan, proyek ini ditujukan untuk meningkatkan daya tarik Bangkok menjadi kota utama di Asia.

Lahan ini sejatinya milik Crown Property Bureau (CPB) dan disewakan jangka panjang selama 30 tahun plus 30 tahun kepada TCC, sejak 2014. “Kami dapat grace period sembilan tahun setelah mendapat kontrak tersebut,” kata Panote, yang sayangnya enggan menyebut nilai kontraknya. Pembangunan tahap pertama ditargetkan rampung tahun 2021, sementara secara keseluruhan di tahun 2025.

Sumber: Bangkok Post & Straits Times