Pada edisi Juli 2011 telah kami ketengahkan metode bercocok tanam hidroponik statis yang diterapkan pada tanaman cabe. Budidaya tanaman hidroponik statis memang paling mudah karena cukup dengan menyediakan perangkat sederhana seperti gelas/polybag sebagai wadah menanam dan media tanam, penyiraman dilakukan secara manual setiap hari.

hidroponik 1

Pada edisi ini kami bahas sistem budidaya tanaman hidroponik dinamis. Sistem ini menggunakan rangkaian pipa atau talang dari PVC untuk meletakkan atau menggantung media tanam pada lubang-lubang atau jalur di sepanjang pipa. Bibit tanaman yang sudah disemai 3 minggu–1 bulan langsung ditaruh di media tanam. Air bercampur nutrisi tanaman kemudian dialirkan melalui pipa mengenai akar tanaman atau disemprotkan ke akar tanaman pada media tanam, dengan bantuan pompa akuarium.

Beberapa sistem budidaya hidroponik dinamis adalah NFT (nutrient film technique), DFT (deep flow technique), Aeroponic, dan Ebb & Flow (pasang surut). Semuanya diaplikasikan dengan instalasi berupa pipa atau talang sebagai tempat meletakkan media tanam dan mengalirkan air, styrofoam sebagai media tanam, bak penampung air, dan pompa akuarium untuk mengalirkan atau menyemprotkan air.

Ragam sistem

hidroponik 2

Pada sistem NFT tanaman ditanam di styrofoam yang dipasang di atas talang dengan akar terendam sebagian pada aliran air di bawahnya. Sistem ini akan membentuk lapisan setebal 0,5–3 mm (seperti lapisan film) di sekitar akar sebagai nutrisi tanaman. Nutrisi bisa berupa pupuk hidroponik siap pakai yang banyak beredar di pasar. Talang dipasang miring sekitar 7 derajat agar larutan nutrisi mengalir lancar dan akar tanaman berkembang maksimal.

Pada sistem DFT media tanam styrofoam mengapung di atas larutan nutrisi. Larutan disirkulasikan dengan cara aerasi: menambahkan oksigen atau memberikan gelembung udara ke dalam air yang merendam akar tanaman sekitar 2 cm. Jadi, saat listrik mati dan pompa tidak bekerja, tanaman masih bisa bertahan selama 3 hari.

hidroponik 3

Adapun pada teknik Aeroponic akar tanaman digantung di udara dan disemprot dengan larutan nutrisi secara terus menerus. Media tanamnya juga styrofoam yang dilengkapi saluran air berupa selang di bawahnya untuk menyemprot akar.

Sementara pada sistem Ebb & Flow, pemberian nutrisi dilakukan secara pasang surut. Tanaman memperoleh air, oksigen, dan nutrisi melalui bak penampung yang dipompa melewati media tanam dan membasahi akar tanaman (pasang). Setelah itu air bersama nutrisi akan turun (surut) kembali menuju bak penampungan. Agar sistem penyiraman atau pemberian nutrisi lebih praktis, digunakan timer.

Hydroponic kit

hidroponik 4

“Teknik hidroponik statis dan dinamis menawarkan cara penyiraman akar tanaman yang berbeda. Tapi, hasilnya sama: kualitas tanaman yang sehat dan cepat panen,” kata Sudibyo Karsono, pengelola Parung Farm, Parung-Bogor, Jawa Barat. Tanaman seperti bayam, caisin, pokcay, kaylan, terong, melon, tomat, sawi, bayam, kangkung, cabe, dan timun bisa dihidroponikkan.

 hidroponik 6

Butuh lahan minimal 1 m2 di halaman atau balkon untuk mengaplikasikan sistem hidroponik dinamis. Makin luas lahannya, makin besar instalasi yang bisa dipasang dan kian banyak tanaman yang bisa ditanam. Kita bisa membuat sendiri instalasi hidroponik berdasarkan petunjuk farm atau nurserytempat kita membelinya, atau membeli hydroponic kittinggal pasang.

Parung Farm misalnya, menawarkan hydroponic kitsistem Ebb & Flow seharga Rp350 ribu dan DFT Rp500 ribu–4 juta/set tergantung jumlah lubang tanamannya. Ukuran instalasi mulai dari panjang 40 cm dan tinggi 145 cm. Untuk hasil optimal, sebaiknya kita mengikuti kursus singkat cara bercocok tanam hidroponik seharga mulai dari Rp500 ribu/kursus seperti ditawarkan Parung Farm.

Sumber: Majalah HousingEstate