Ada frasa size doesn’t matter yang berkonotasi pada sesuatu yang berukuran kecil yang mestinya bukan masalah. Frasa itu berlaku juga pada ruang hunian, rumah atau apartemen. Luasannya yang terbatas bukan masalah. Kuncinya, bagaimana menata ruang itu sebaik mungkin sehingga tetap fungsional dan nyaman.

Jangan takut bermain warna untuk membantu membangun mood.

Menurut Yuni Jie, desainer interior tersohor di Jakarta, dalam menata interior ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan: warna, tekstur dan pola. “Ketiga hal itu harus proporsional baik dalam ukuran maupun tampilan,” katanya. Apalagi, di ruang yang sempit, proporsional adalah kunci. “Pilih ukuran yang proporsional terhadap luas ruang,” lanjutnya.

Misalnya, sofa atau lemari berukuran besar bisa membuat kesan ruang makin sesak. Desainnya disesuaikan juga dengan gaya yang mau ditampilkan dan desain arsitektur rumah. “Sebaiknya pakai furnitur built in sebab ukurannya bisa disesuaikan,” ujarnya. Kemudian juga multifungsi. Jadi, satu jenis furnitur bisa punya banyak manfaat atau kegunaan.

Meski ruangnya kecil, jangan takut bermain warna. Sebab, kata desainer yang lulus cum-laude sebagai Bachelor of Fine Arts dari Cornish College of The Arts Seattle, Amerika Serikat (AS) itu, warna bisa membangun mood atau suasana. Merah, contohnya, bisa membangkitkan rasa lapar, juga semangat.

Tapi, bukan berarti seluruh dinding ruang diberi warna. Sebaiknya pilih satu dinding yang akan diberi warna menarik yang menjadi focal point. Yang lain dengan aneka warnanya menjadi aksen. Warna tidak harus tampil di dinding, bisa juga lewat elemen interior seperti cushion, lukisan atau aksesori, bahkan tanaman, sehingga tidak terlihat dominan tapi tetap terlihat.